Laman

Wikipedia

Hasil penelusuran

Senin, 17 Juni 2013

Inilah Rahasia Allah…

Hari itu hari Kamis (13/6). Adalah ‘kesempatan’ saya untuk seminar Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kenapa saya katakan ‘kesempatan’? karena kedua dosen (pembimbing dan pengujinya) hanya punya waktu hari itu sebelum tanggal 24 Juni berakhir. 

Antara bahagia dan terlena, saya rasakan saat itu. Laiknya siang yang mengejar pagi. Bahagia dapat merasakan seminar setelah 2 bulan memasukkan berkas laporan PKL. Apalagi as A first student yang mengumpulkan berkas. Walau tidak maju di urutan pertama. Juga terlena, saat itu saya masih menyisakan sakit. Sakit di atas bibir yang membuat kesakitan saat bicara. Apalagi bercanda, dan saya tak menyentuh sedikit pun candaan. Kedua, Re-START ingatan baru dilakukan 2 minggu dan daya hapalku menurun.

Dengan ingatan dan kuat ingat seadanya, saya tawakkal kepada-Nya. Mau menolak bagaimana. Jika diundur, kemungkinan besar saya tak dapat maju lagi. Kecuali, membayar denda tanda terlambat seminar PKL atau maju seminar ketika atau paska UAS. Itu tidak dapat saya lakukan.

Sebelum mulai, saya berpikir. Mungkinkah ini yang dirahasiakan Allah. Dia lah yang merencanakan semuanya, segala tindak-tanduk hamba-Nya.  Teringat, surat al-Baqarah ayat 286. La yukallifullahu nafsan illa wus’aha’ , Allah tidak akan membebani seseorang, melainkan terdaya olehnya. Ternyata, sekarang ku tahu pekerjaan PKL itu untuk memudahkanku saat ini.

Analisis yang ku lakukan saat PKL yakni validasi neraca analitik. Ketika praktikum, saya heran kenapa saya hanya diberi ini. Sementara temanku dapat analisis lumpur yang menarik. Allah tahu kalau nanti saya akan mengenai ‘sakit’. Praktikum itu dibuat mudah oleh-Nya (kendati agak sulit bagi saya menerimanya saat itu) agar saat seminar saya tidak kewalahan. Sungguh di luar dugaan.

Allah memang baik. Janganlah sekali-kali kita menyalahkan-Nya, apalagi memaki-Nya. Kau pikir siapa Dia?. Siapa yang tahu bahwa pekerjaan kita saat ini menjadi ‘sesuatu’ nanti bagi kita. Tetaplah berpikir positif dan optimis. Terima saja, lakukan dengan baik dan ikhlas, tawakkal agar semuanya berjalan sesuai kebutuhan, walau tak sesuai keinginan kita.

(ditulis saat sakit. Pukul 07.00-08.00, Selasa (18 Juni 2013) di negeri India-nama kamarku bersama Mas Yasser Azka UA,S.T.)   

Kamis, 14 Februari 2013

The first Weekend in My PKL


Tahukah kau apa yang aku lakukan kalau liburan kerja? Sebagian orang bepergian ke kota atau tempat-tempat ramai yang menjadi kota utama di Cilegon atau di Banten. Ada pula yang malah menggunakan waktu libur untuk garap laporan PKL. Ya, salah satunya adalah diriku. Karena aku tidak ingin menunda-nunda pekerjaan dan ingin cepat pulang ke kampong, maka dari itu aku harus merampungkannya sebelum akhir atau maksimal hari akhir untuk PKL di DR Plant PT KS.

Hari Sabtu, aku pergi ke tampat tinggal baru untuk melihat-lihat kondisi kamar dan rumahnya. Ternyata rumah yang akan aku tinggali mungil dan sederhana. Di tempat baru itu aku akan mendapatkan makan tiga kali (pagi-siang-malam) kalau Sabtu dan Ahad, sementara hari kerja hanya dua kali (siang dan malam), tapi makan siang itu diantar ke pabrikku. Wah, uenak sekali. Laundry pakaian juga dari situ. Hal lain, aku dapat contoh laporan KP dari beberapa tahun sebelumnya yang tinggal di situ. Hanya saja, aku masih membayangkan harganya yang tidak kalah saing, 850 ribu / bulan, kawan. Ibu (Bu Erna) bilang sih, dia dan Bu Ani (Endar Hananingsih Dyah) yang menaggung bayarannya. Aku belum mendapatkan hal yang clear  tentang hal itu sampai Ahad tiba.

 Hari Ahad aku sudah siap-siap untuk beralih tempat dari rumaah Ibu ke ruamh Bu Ani. Sekitar jam 10 aku pergi ke habitat baru bersama A’ Iman (anak pertama Ibu). Sebelumnya, aku sudah diberi sarapan nasi uduk yang cukup mengenyangkan. Sudah itu, aku cucikan piring dan gelas yang kotor. Aku juga mikir pekerjaanku belum dapat membayar harga nasi yang kumakan.

Sampai di rumah Bu Ani, aku bertemu dengan anak-anak Teknik Mesin UNS Surakarta, Teknik Mesin UB, dan Teknik Fisika UGM YOGyakarta. Hidup di daerah Snda, tapi kami tetep asyik dengan JAWA, maklum kami semua dari golongan Jawa, yang tanpa punya salah berbicara dengan bahasa Jawa, hehe. Di tempat baru ini, terkesan asyik saat pertama kali ku masuk, suasana rumah yang membuat santai, penuh kedamaian, dan pemiliknya pun ramah meski berbeda ‘paham’ dengan kami.

Aku makan tiga kali sehari hari Ahad ini. Pakaian pun dicucikan dan diseterikakan. Tempat tidur dengan kasur yang empuk plus bantal pillow dan guling, walau di ranjang atas dan tak ada lemari untuk sekedar mennyimpan buku dan baju. Tapi itu tak begitu urgent.

Hari ini aku menjadi orang beruntung karena aku menjemput bola rezekiku. Rezeki itu sudah diatur oleh Allah dan itu berada di tangan-Nya. Nah, kalau kita tidak mengambilnya, maka rezeki itu ya tetap tinggal di tangannya. Padahal Allah sudah menyuruh kita untuk menjemputnya.  

The 4th and 5th Day in Cilegon


Hari keempat dan kelima itu hari yang cukup menyebalkan karena aku dan teman-teman PKL di PBS (Pabrik Besi Sponge) atau biasa juga disebut tempat DRP (Direct Reduction Plant), sering di-gantungkan. Perlu diketahui barang kali aku belum ngasih tahu sebelumnya bahwa kami dari UII ditemani teman-teman POLINEMA (Politeknik Negeri Malang) dari teknik kimia D3. Mereka berenam terdiri dari 3 cewek dan 3 laki, sepertinya pasangan (entahlah aku tak mau ikut campur atau menyebarkan aib orang lain, kan gak baik). 

Hari keempat aku dapat materi mengenai proses HYL-III (proses pembuatan besi sponge dari bahan pellet). Hanya berjalan setengah hari, settelah dzuhur kami hanya bersantai dan melihat-lihat tempat dengan tak jelas.

Hari kelima kami masuk lagi di ruang rapat untuk mendapatkan matei tentang Rk (Rotary Kiln). Adalah suatu proses pembuatan Carbon Raiser (salah satu bahan untuk pembuatan steel, yang dicampur dengan besi sponge) dengan bahan baku Green Coke (limbah dari PT PERTAMINA- Balongan Inddramayu atau Dumei Sumatera). Rk mengggunakan alat-alat bekas yang katanya juga merupakan ide dari anak bangsa sendiri (hebat ya- hayo pemuda Indonesia lain mana?).  prosesnya sangat sederhana hanya pemasana dengan burner dan pendinginan dengan cooling water.

Tapi , Alhamdulillah kami dapat informasi cukup banyak tentang alat-alat dan proses yang ada di DR Plant. Untuk info lainnya di edisi berikutnya ya… aku sudah kecapean menulis nih. Makasih yang sudah setia membaca dan mendengarkna ceritaku di sini. Kuacungkan jempol deh…!

Pelajaran hari ini: Malu bertanya sesat di jalan (betul karena kalau aku gak nanya, aku bisa nyasar ke tempat lain dan gak bisa pulang ke rumah Ibu), mau dapat informasi ya harus bertanya. Bertanyalah sedetil mungkin dah tanyakan hal di luar objek kita sebagai info tambahan (untuk pengetahuan/intermezzo).